Surat Terbuka Kedua Untuk Penegakan Hukum ( Responsif Bapak Kapolda NTB )

 

Prof Dr.H.Zainal Asikin, SH, SU

MATARAM, - Viralnya Berita empat IRT di Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, harus mendekam di balik jeruji Kejaksaan Negeri Praya, dan dua dari mereka harus membawa bayinya berada di balik jeruji karena mesti menyusui.

Hal ini lah yang membuat Prof Dr.H.Zainal Asikin, SH, SU  melayangkan Surat terbuka kedua untuk penegakan hukum kepada Kapolda NTB. Dan ini isi surat Terbuka Kedua untuk Kapolda NTB.

Bapak Kapolda Yang  Terhormat

Bapak  Gubernur  NTB

Penegak  Hukum Yang saya cintai


Assalamualikum Wr wb

Pertama tama  saya menyampaikan salam hormat kepada aparat Kepolisian di  NTB  yang telah  secara merespon setiap persoalan hukum  melalui pendekatan Restojustice  sebagaimana  diatur dalam Surat Edaran Kapolri Nomor : SE/8/VII/2018 tentang Penerapan Keadilan Restoratif (restorative Justice) Dalam Penyelesaian Perkara Pidana

Jajaran Kepolisian  Polres LombokTengah  ternyata  tidak melakukan penahanan  terhadap  4 orang  Ibu  ( Nurul  Hidayah, Martini, Fatimah, Hultiah  )  dan dan 2 orang balita  yang   berhadapan  dengan kasus  tersebut.     Menurut  informasi  yang diterima  dari Bapak Kapolda  NTB  bahwa   upaya    restojustice  telah  dilakukan  dengan   berbagai  cara  namun  tidak tercapai kesepakatan  dan sampai  proses  P21  dan  kasusnya  belum  berhasil  dilakukan Restotaif juctice  ditangan Kejaksaann  sehingga  sampai  pelimpahan perkara ke Pengadilan.

Saya  menyampaian terima kasih kepada Bapak Kapolda dan jajaran di Polres  Lombok   Tengah yang telah menempatkan  ibu ibu  tersebut sebagai  pihak yang perlu dilindungi  dan diberikan  perlakukan  khusus demi melindungi  psikologi anak anaknya sehingga tidak melakukan penahan pada proses penyelidikan dan penyidikan.

Nah saat ini  bola berada  di  Tangan Penuntut Umum  dan  Majelis Hakim yang mulia semoga ibu ibu  tersangka mendapat  perlakukan yang adil  dengan  hukuman yang seringan  ringannya  .     Kepada Bapak Gubernur NTB   saya haturkan terima kasih yang memberikan atensi yang sungguh sungguh  sehingga Insya Allah para ibu yang lugu  ini  akan mendapat penahanan  luar dalam waktu dekat.

Jika Kapolri  punya  semangat menerapkan  “  restojustice “, maka  kejaksaanpun memiliki semangat yang sama dengan Peraturan Jaksa agung No,15  Tahun 2020  agar upaya mediasi dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapai masyarakat kecil.

Berangkat  kesamaan  visi dan missi diatas semoga  persoalan yang dihadapi  saat ini oleh ibu ibu yang berada dalam tahanan  dapat  terselesaikan dengan  aman, tertib dan damai.


Sekali lagi  trima kasih kepada pak  Kapolda yang saya banggakann semoga bapak slalu diberikan kesehatan untuk tetap mengawal kedamaian di NTB. Amiin.


Mohon maaf jika ada kekeliruan dan ketidak nyamanan.


Wassalam Wr Wb

21  Februari  2012

Prof Dr.H.Zainal Asikin, SH, SU

Belum ada Komentar untuk "Surat Terbuka Kedua Untuk Penegakan Hukum ( Responsif Bapak Kapolda NTB )"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1 Iklan Daun Kelor

Iklan Tengah Artikel 2


Iklan Bawah Artikel