Sekolah Dengan Jarak 10 Km, Sa*ip dan Rizal Ingin Memiliki Sepeda



Sekolah Dengan Jarak 10 Km, Sa*ip dan Rizal Ingin Memiliki Sepeda
Sa*ip dan Rizal Tinggal di daerah terpencil tepatnya

Dusun Pemalikan, Desa Batu Putih, Kec. Sekotong Barat-Lombok Barat.



LOMBOK BARAT, Bertepatan Dengan Hari Anak Nasional 23 Juli 2020 , Salah satu Masyarakat Lombok Barat yang tinggal di seputaran Dusun Pemalikan, Desa Batu Putih, Kec. Sekotong Barat. Belum tersentuh sama sekali oleh pemerintah baik Lombok barat atau pun provinsi.


Kami Berharap Pemerintah Bisa mewujutkan keinginan saudara kita yang lagi membutuhkan bantuan yaitu , Sa’ip dan Rizal.(red).


Dian sandi utama menceritakan keadaan salah satu Masyarakat Lombok Barat yang belum memiliki identitas , mengatakan 

Kami berangkat bersama tim menuju Dusun Pemalikan, Desa Batu Putih, Kec. Sekotong Barat-Lombok Barat.


Suatu daerah terpencil di ujung paling barat Pulau Lombok, daerah terisolir tanpa Listrik, tanpa Televisi dan tentu saja tanpa Internet. 


Mengunjungi daerah ini, kami merasa seperti berada pada awal peradaban pasca kemerdekaan. Di dusun ini kita masih bisa melihat Adanya bangunan bekas markas panjajah, goa-goa yang didalamnya ada kamar tahanan, meriam-meriam peninggalan perang sampai cerita-cerita masih adanya peralatan dan kendaraan Belanda-Jepang yang tertimbun sepanjang bukit dan pantai Pemalikan-Mekaki yang dulunya memang dikenal sebagai daerah pertahanan.


Namun sayang sekali sampai hari ini, tidak ada buku sejarah yang pernah menulisnya, mengulas tentang apa yang pernah terjadi di Dusun Pemalikan sehingga tidak banyak diantara kita yang mengetahui cerita tersebut.


Cerita dan dongeng kehidupan masa lampau, seolah menjadi pelajaran tambahan dari Pak Yudin kepada 5 anaknya yang tinggal dibawah bukit itu. Dua putranya Sa’ip dan Rizal tinggal bersama di sebuah rumah panggung kecil yang kami namakan “Rumah Terakhir”.ungkap Dian yang melihat secara langsung keadaan keluarga pak Yudin.


Rumah terakhir adalah rumah Sa’ip dan Rizal yang berada di penghujung pulau Lombok karena setelah rumah itu, tidak ada lagi rumah yang akan kita temui.


Sa’ip dan Rizal, tinggal bersama Bapak dan ibu tirinya. Ibu kandung rizal telah lama pergi meninggalkan mereka, pergi tanpa kabar namun ayah Rizal meyakini bahwa ibu mereka pergi merantau keluar negeri.


Merekalah potret kehidupan keluarga yang berada di daerah terisolir.


Untuk sekolah, mereka harus menempuh jarak kurang lebih 10 kilometer, setiap pagi Sa’ip harus melewati jalan bebatuan, jalan yang berdebu dan turun naik tanjakan. Dusun terisolir seperti tempat tinggal Sa’ip memang masih jauh dari pembangunan


Mereka ingin sekali memiliki sepeda

Apalagi tahun ini, Adiknya si Rizal juga akan masuk sekolah dasar.


Sa’ip dan Rizal berarap, ada dermawan yang akan mewujudkan impiannya untuk memiliki sepeda. "Ungkap Dian (red)



Belum ada Komentar untuk "Sekolah Dengan Jarak 10 Km, Sa*ip dan Rizal Ingin Memiliki Sepeda"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel