Lombok Barat Menuju Eliminasi Malaria Tahun 2025

Penyakit ini menyebar lewat gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit. 

LOMBOK BARAT , -Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Penyakit ini menyebar lewat gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, dapat menimbulkan komplikasi berat yang dapat berujung pada kematian. Infeksi malaria dapat terjadi hanya dengan satu gigitan nyamuk saja. Penyakit ini tidak menular secara langsung dari satu individu ke individu lainnya. Penularan dapat terjadi apabila ada kontak dengan darah penderita, misalnya seorang ibu hamil menularkan kepada janin yang dikandungnya.

Trend kasus Malaria di Kabupaten Lombok Barat terus mengalami penurunan sejak tahun 2018. Saat itu terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) dimana terjadi kasus Malaria sebanyak 1015 kasus. Setelah di lakukan berbagai intervensi di berbagai lokasi terjadinya kasus KLB, maka pada tahun 2019 kasus malaria menurun menjadi sebanyak 422 kasus, dan selanjutnya di tahun 2020 menurun lagi menjadi 63 kasus. 

Walaupun data laporan menunjukkan kasus malaria menurun, namun Lombok Barat belum mencapai eliminasi malaria karena masih terdapat 5 desa yang masih memiliki angka API (Annual Parasit Insidence) 1-5 permil, dimana idealnya angka API (Annual Parasit Insidence) tersebut seharusnya kurang dari 1 permil. Lima desa yang nilai API tinggi tersebut yaitu Desa Mekarsari, Desa Gelangsar, Desa Dasan Griya, Desa Bukit tinggi dan Desa Karang Bayan. API (Annual Parasit Insidence) adalah angka kesakitan malaria (berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium) per 1000 penduduk dalam satu tahun yang dinyatakan dalam permil (0/00)

Menurut Kepala Seksi Surveilans dan Pengendalian Penyakit Menular Dikes Lobar Ns.Made Santiana,S.Kep,M.Kes, untuk program malaria di Kabupaten Lombok Barat sendiri, diharapkan tercapai eliminasi malaria pada tahun 2025, dengan indikator angka API (annual Parasite Insidence) kurang dari 1 permil, serta tidak ada kasus penularan setempat. Dalam rangka mencapai eliminasi malaria 2025 Perlu dilakukan strategi dengan memperkuat tim eliminasi malaria tingkat kecamatan melalui kegiatan MBS (Mass Blood Survei) untuk mengetahui prevalensi malaria di masyarakat. 

MBS adalah" suatu kegiatan penemuan penderita dalam waktu singkat, dilakukan melalui pemeriksaan sediaan darah terhadap semua penduduk di desa/dusun endemis malaria tinggi yang penduduknya tidak menunjukkan gejala malaria klinis yang nyata". 

Kegiatan Mass Blood Survei ini telah dilakukan oleh Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat bersama tim laboratorium Puksesmas Meninting, Penimbung, Gunung Sari dan Sigerongan yang merupakan puskesmas dengan wilayah kerja masih terdapat kasus malaria.  

Kegiatan ini dilakukan secara door to door dengan memeriksa sampel darah sasaran melalui rapid test. Jika hasil menunjukan reaktif maka selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan mikroskopis pemeriksaan parasit di laboratorium untuk memastikan pengobatan yang tepat berdasarkan jenis parasit yang ditemukan.

Mass Blood Survei ini dilakukan selama 1 minggu pada minggu kedua bulan Februari tanggal 15-19 februari 2021, dimana target 1 kali kegiatan adalah 750 sasaran per desa.

" Dari hasil pemeriksaan masih terdapat beberapa kasus positif  yang saat itu langsung di follow up dengan pengobatan. Di harapkan dengan kegiatan pemeriksaan massal malaria ini, dapat menjaring semua kasus postif malaria  untuk dilakukan pengobatan hingga sembuh, sehingga tidak terjadi penularan setempat untuk mencapai eliminiasi malaria di Lombok barat pada tahun 2025". 

Untuk mencapai eliminasi malaria tahun 2025 ini sangat diperlukan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, untuk mengambil langkah-langkah pencegahan sehingga tidak terjadi penularan setempat dari penyakit malaria ini.(gl 02).

Belum ada Komentar untuk "Lombok Barat Menuju Eliminasi Malaria Tahun 2025"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1 Iklan Daun Kelor

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel