BUMDes Sengkol Jadi Pelopor Pemanfaatan Lalat Tentara Hitam

 

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meluncurkan tempat pengolahan sampah dengan memanfaatkan lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) di Dusun Kekale, Desa Sengkol, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa, 8 Desember 2020

LOMBOK TENGAH , - Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meluncurkan tempat pengolahan sampah dengan memanfaatkan lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) di Dusun Kekale, Desa Sengkol, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa, 8 Desember 2020. Wagub menyebut, BUMDes Sengkol sebagai pelopor dalam pemanfaatan BSF ini.

BSF adalah jenis lalat yang bisa memberikan banyak manfaat bagi manusia. Khususnya dalam mengurai sampah organik. Dalam alur kehidupannya, BSF yang awalnya berupa belatung, akan mengonsumsi material yang bersifat organik. Karenanya, keberadaannya dapat dimanfaatkan untuk menekan jumlah limbah organik yang menjadi masalah serius di berbagai daerah di NTB.

BSF sangat lahap dalam mengonsumsi sampah organik. Diperkirakan, 10.000 larva BSF sanggup menghabiskan 1 Kg makanan organik dalam 24 jam. Jika satu betina BSF dapat menghasilkan 500 telur, maka hanya dibutuhkan 20 ekor betina yang bertelur untuk menghasilkan 10.000 larva untuk mereduksi 1 Kg sampah organik setiap hari.

Kemampuan alamiah dalam BSF inilah yang kini mulai diadaptasi di NTB. Dan hadirnya tempat pengolahan sampah dengan memanfaatkan BSF tersebut sangat diapresiasi oleh Wagub.

Wagub menilai, ini merupakan cerminan tekad besar dalam memaksimalkan pengelolaan sampah. Menurut Wagub, NTB Bersih dan Zero Waste bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama dan gotong royong untuk menyukseskan hal ini.

"Alhamdulillah, Sengkol bisa dikatakan sebagai desa pertama yang BUMDesnya mengolah BSF. Ini akan berhasil kalau kita konsisten, maka dari itu jangan sampai tidak serius," jelas Wagub.

Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi ini mengaku bersyukur bahwa banyak orang yang peduli terhadap lingkungan dan ingin memperjuangkan hal tersebut. Salah satunya, Desa Sengkol yang memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan sehingga hal ini mampu terwujud dengan baik.

"Ini adalah awal membuktikan bahwa dari desa bisa menyuarakan satu pesan yang luar biasa kepada dunia bahwa sampah itu bisa dikelola menjadi berkah bukan menjadi musibah," tutur Umi Rohmi.

Terakhir, Umi Rohmi mengajak untuk membuktikan bahwa pilot project ini bisa berhasil dan mampu untuk menginspirasi tempat-tempat lain di NTB bahkan di Indonesia.

"Insya Allah kalau kita mau bergerak bersama, tidak ada yang tidak bisa. Ini tidak sulit tapi bukan sesuatu yang tidak akan terealisasikan dengan baik selama kita kawal bersama," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sengkol, Satria Wijaya berharap Pemerintah Provinsi NTB dan semua pihak terkait mampu memberikan dukungan dan bantuan untuk berkarya khususnya pada program BSF agar berjalan dengan lancar.

"Tentunya ini adalah langkah kecil bagi kami untuk bisa membangun dan membantu harapan Pemerintah Provinsi NTB untuk mewujudkan NTB bebas sampah," tuturnya.

Kegiatan ini turut pula dihadiri Asisten II, Kepala Dinas LHK Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Kepala Dinas PMPD dan Dukcapil Provinsi NTB serta Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah. (Gl 02).

Belum ada Komentar untuk "BUMDes Sengkol Jadi Pelopor Pemanfaatan Lalat Tentara Hitam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 Iklan Daun Kelor

Iklan Tengah Artikel 2


Iklan Bawah Artikel